Jumat, 25 Mei 2012

Penelitian Ex Post Facto


Penelitian Ex Post  Facto (Quantitative)
A.    Pengertian
Penelitian ex post facto merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini keterikatan antarvariabel bebas dengan variabel bebas, maupun antarvariabel bebas dengan variabel terikat, sudah terjadi secara alami, dan peneliti dengan setting tersebut ingin melacak kembali jika dimungkinkan apa yang menjadi factor penyebabnya.
Peneliyian ex post facto mirip dengan penelitian experimental, tetapi tidak dapat pengontrolan variabel, dan biasanya juga tidak ada pra tes. Penelitian ini dapat dilakukan dengan baik, dengan menggunakan kelompok perbandingan. Kelompok perbandingan dipilih yang memiliki karakteristik yang sama tetapi melakukan kegiatan, program, atau mengalami kejadian yang berbeda.
B.     Jenis-jenis penelitian ex post facto
Penelitian ex post facto dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu correlational study dan criterion group study. Jenis pertama, correlational study juga populer disaat causal research dan yang kedua disebut causal comparative research, yaitu penelitian yang berusaha mencari informasi tentang mengapa terjadi hubungan sebab akibat.
Ø  Penelitian korelasi
Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih.
Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut diantaranya adalah:
1.      Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen.
2.      Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata.
3.      Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.
Penelitian korelasi mencakup kegiatan pengumpulan data guna menentukan adanya hubungan antarvariabel dalam subjek atau objek yang menjadi perhatian untuk diteliti. Jika ada, berapa derajat hubungan antara dua variabel atau lebih, derajat hubungan biasanya diekspresikan sebagai koefisien korelasi yang diberi simbol matematika (r). Hubungan variabel tersebut biasanya dinyatakan dalam harga r yang mempunyai nilai dari -1 sampai +1. Nilai negatif atau (-) menunjukkan arah dua variabel bertolak belakang. Nilai positif (+) menunjukkan arah perubahan dua variabel yang sama.
Jika ada hubungan antara dua variabel, berarti skor dalam dua variabel mempunyai asosiasi dengan variabel tertentu yang terukur. Harga r = -1 atau +1 mempunyai arti bahwa dua variabel berubah dengan tidak memiliki konsistensi antara variabel satu dengan variabel yang lain.
Seorang peneliti akan menggunakan penelitian korelasi ketika peneliti mempunyai beberapa alasan penting, diantaranya sebagai berikut.
1.      Ada kebutuhan informasi bahwa ada hubungan antarvariabel dimana koifisien korelasi dapat mencapainya.
2.      Penelitian korelasi perlu diperhitungkan kegunaannya apabila variabel yang muncul itu kompleks, dan peneliti tidak mungkin dapat melakukan kontrol dan memanipulasi variabel-variabel tersebut.
3.      Dalam penelitian memungkinkan dilakukan pengukuran beberapa variabel dan hubungan yang ada dalam setting yang realistis.
Adapun kelebihan dan kelemahan penelitian korelasi adalah:
1.      Berguna dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan, ekonomi, sosial, karena dengan penelitian ini peneliti dimungkinkan untuk mengukur beberapa variabel dan hubungannya secara simultan.
2.      Dengan penelitian korelasi, dimungkinkan beberapa variabel yang mempunyai kontribusi pada suatu variabel tertentu dapat diselidiki secara intensif.
3.      Penelitian korelasi pada umumnya melakukan studi tingkah laku dengan setting yang realistis.
4.      Peneliti dapat melakukan analisis prediksi tanpa memerlukan sampel yang besar.
Sedangkan kelemahan penelitian korelasi yang perlu diperhatiakan oleh para peneliti adalah bahwa dengan penelitian korelasi, peneliti hanya mengidentifikasi apa yang terjadi dengan tanpa melakukan manipulasi dan memgontrol variabel.
Ø  Penelitian kausal komparatif
Metode penelitian yang erat dengan penelitian korelasi adalah penelitian causal comparative atau hubungan sebab akibat. Didalam pengelompokan jenis penelitian ini, ada para ahli yang memasukkan penelitian kausal komparatif sebagai penelitian diskriptif.
Penelitian korelasi dengan penelitian kausal komparatif kadang-kadang membingungkan bagi sebagian peneliti muda. Karena dalam beberapa hal penelitian korelasi dan penelitian kausal komparatif sama-sama memiliki kesamaan, seperti diantaranya termasuk:
a.       Mereka tidak memanipulasi variabel, karena variabel telah terjadi.
b.      Mereka juga tidak melakukan kontrol.
c.       Bila peneliti menggunakan paket program statistik dalam komputer, penelitian regresi otomatis juga menganalisis.
Penelitian korelasi dan penelitian kausal komparatif mempunyai perbedaan ringan yaitu.
a.       Dalam penelitian korelasi, peneliti tidak mengidentifikasi atau membedakan antara variabel bebas dan variabel terikat.
b.      Dalam penelitian kausal komparatif, peneliti berusaha mengidentifikasi hubungan sebab akibat, dan dalam hubungan variabel yang kompleks mereka membedakan antara variabel bebas dan variabel terikat.
        Dengan penelitian kausal komparatif, dimungkinkan peneliti melakukan studi karena apabila digunakan penelitian eksperimen mungkin tidak dapat dilakukan karena beberapa alasan, misalnya tidak etis, menyalahi aturan sekolah dan sebagainya.
Selain itu penelitian kausal komparatif juga memiliki kelemahan penting yaitu:
a.       Karena variabel bebas telah terjadi, maka kontrol variabel tidak dapat dilakukan.
b.      Interprestasi hasil penelitian pada umumnya hanya menekankan pada hubungan dan prediksi variabel dengan tidak terlalu berorientasi pada hubungan sebab akibat.

C.     Desain ex post facto
Dalam kaitannya dengan desain penelitian, peneliti dapat memilih dua variasi desain yang dapat dilihat dari uraian dibawah ini.
Kasus
Grup
Variabel bebas
Variabel terikat
A
(Eks)
(X)
O

(kontrol)
-
O

Kasus
Grup
Variabel bebas
Variabel terikat
A
(Eks)
(X1)
O

(kontrol)
(X2)
O

Keterangan:
(Eks) = grup eksperimen
(X)    = variabel bebas
O       = variabel terikat
Pada kausa A, grup eksperimen menerima perlakuan, sedangkan grup kontrol tidak. Pada ahir penelitian, kedua grup variabel terikat di ukur. Dan kemudian peneliti menguji apakah ada perbedaan atau ada hubungan yang signifikan pada kedua grup tersebut.
Pada kasus B, kedua grup telah dibedakan sejak awal, misalnya anak cerdas dan anak lambat, semuanya diberikan perlakuan. Dan pada ahir penelitian kedua grup diukur untuk mendapatkan hasil akhir yang kemudian akan diuji beda atau dihubungkan apakah ada perbedaan signifikan.                
Langkah-langkah penelitian metode ex post facto.
1.        Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode ex post facto.
2.        Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3.        Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4.        Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
5.        Menentukan kerangka berfikir, pertanyaan penelitian, dan hipotesis penelitian.
6.        Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpulan data, dan menganalisis data.
7.        Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika ysng relevan.
8.        Membuat laporan penelitian.


D.    Perbandingan antara pendekatan Ex Post  Facto dengan pendekatan eksperimen
Dalam kedua jenis penelitian ini, perhatian di pusatkan untuk mencari atau menetapkan hubungan yang ada di antara variabel-variabel dalam data peneliti. Penelitian ex post facto, dan juga penelitian ekperimen, dapat menguji hipotesa tentang hubungan antara variabel-variabel X dengan variabel terikat Y. Logika dasar pendekatan eksperimen dan pendekatan ex post facto adalah serupa. Tujuan pendekatan ini adalah untuk membandingkan dua kelompok, yang sama, pada semua ciri yang relevan kecuali satu, guna mengukur pengaruh ciri tersebut.
Melalui ekperimen ini kita dapat memperoleh bukti tentang hubungan kausal atau hubungan fungsional diantara variabel yang jauh lebih meyakinkan daripada yang dapat diperoleh lewat studi ex post facto. Dalam experimen, pengaruh variabel luar dikendalikan dengan kondisi-kondisi eksperimental, dan variabel-bebas yang dianggap sebagai penyebab dimanipulasi secara langsung untuk memastikan pengaruhnya terhadap variabel terikat. Jika dalam situasi terkendali ini Y tampak berbeda sesuai dengan perbedaan pada X, maka bukti tentang keabsahan, (validity) hubungan sebat-akibat antara X dan Y yang diduga itu telah diperoleh. Sebaliknya dalam pendekatan ex post facto, peneliti tidak dapat mengendalikan variabel-bebas itu melalui manipulasi atau melalui pengacakan. Istilah ex post facto menunjukkan bahwa perubahan dalam variabel-bebas itu telah terjadi, peneliti diharapkan kepada masalah bagaimana menetapkan sebab dari akibat yang diamati itu. Karena tidak adanya pengendalian maka dalam studi ex post facto, lebih sulit bagi kita untuk menyimpulkan bahwa X benar-benar ada hubungannya dengan Y.
                              
                



0 komentar:

Poskan Komentar